Headlines News :
Home » » Kenali Diri Kita, Melalui Syahadat

Kenali Diri Kita, Melalui Syahadat

Written By Unknown on Rabu, 12 Februari 2014 | 01.47


Bismilahirrahmanirrahim
Assalamualaikum Wr.Wb
Segala puji syukur Allahamdulillah atas berbagai nikmat, rahmat dan hidayah tak terhitung jumlah sebagai bentuk kasih sayang Allahirraby. Lebih-lebih nikmat Islam, Iman dan Taqwa semoga senantiasa terus meningkatkan peribadahan kita kepada sang pencipta Allah SWT, amin.

Selawat serta salam semoga terlimpah curahkan kepada pembawa rahmat alam Nabi Muhammad SAW, para keluarga, sahabat, umat termasuk kita semua senantiasa dalam naungan-Nya, amin.

Saudaraku dimana pun berada, untuk pada kali ini ingin untuk kembali saling mengingatkan tentang bagaimana aplikasi tentang pengakuan diri kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk kepasrahan diri hidup dan mati sematan untuk beribadah kepada Allah dan menaladani Nabi Muhammad pada setiap kehidupan sehari-hari.

Yakni berupa Syahadat artinya : "Aku bersaksi tiada Tuhan (yang patut disembah) selain Allah dan aku bersaksi Muhammad (itu) Pesuruh Allah"

Hal ini sangat mudah diucapkan, namun konsekuensi suatu kalimat berupa penyaksian diri. Apakah benar kita sudah bersaksi langsung kepada Allah dan menyaksikan langsung keberadaan Allah.
Persaksian itu, apakah telah disaksikan  langsung oleh  Allah, jika belum berarti kita telah bersaksi palsu,  dan bagaimanakah hukum orang yang bersaksi palsu?

Kalau begitu siapakah Allah?
Bagaimanakah Allah?
dan dimanakah Allah?
Apakah Allah itu wujud dan benar adanya?
Dimanakah kebenaran Allah yang sebenarnya?

Apakah di dalam diri kita ataukah di luar diri kita? Jika di dalam diri kita seperti yang tertulis di dalam Al-Qur'an bahwa Allah itu lebih dekat dari urat leher, sebenarnya siapakah diri kita dan bagaimanakah hubungan kita dengan Allah dan kenapa Allah turunkan Al-Qur'an sebagai manusia?

Apakah Allah turunkan Al-Qur'an dalam bentuk lisan ataukah tulisan? Jika dalam bentuk tulisan apakah arti dari pada tulisan itu serta apa arti dan maksud serta tujuan Allah menciptakan huruf-huruf Aliif sampai dengan huruf Yaa jadi apa bedanya kitab Al-Qur'an dengan Kitabullah? Kemudian dimanakah letaknya Al-Qur'an pada manusia? Sampai Al-Qur'an itu dimuliakan dan sampai dijunjung tinggi bahkan membacanya pun sampai dilagukan bahkan diperlombakan.

Jika ini terus kita renungkan sungguh sangat membingungkan dan akan hilang pegangan karena kebenaran-kebenaran yang ada di antara kesemuanya baik Allah, manusia dan Al-Qur'an telah menjadi semakin menggoyahkan kita tentang semua itu.
Dengan demikian, dimanakah kebenaran Allah berada dan dimana kebenaran manusia berada serta dimana kebenaran Al-Qur'an berada. Kesemuanya sudah mulai membingungkan pada akhirnya kalau semuanya sudah mulai bimbang  bagaimanakah kejadian alam semesta ini?

Karena masing-masing manusia berpegang pada kebenarannya sendiri-sendiri dengan mengaku kebenaran Allah berada di dalamnya. Padahal diri sendiri tidak tahu dimana dan bagaimana sebenarnya kebenaran Allah itu. Karena kalau seumpannya sampai mereka mengetahui kebenaran Allah yang sebenarnya maka dunia ini tidak akan terjadi kekacauan dan tidak akan terjadi peperangan.

Keamanan dalam negeri dan luar negeri akan terjamin karena Allah itu bersifat Rahmaan dan Rahiim.  Peperangan dan kekacauan, kekerasan dan kedholiman tidak akan terjadi, karena semua manusia berpegang pada satu yaitu Aqidah atau Keyakinan.
Apabila aqidah itu sudah ditanamkan pada suatu tempat yang paling tinggi di muka bumi ini maka akan tercapailah kedamaian dan apa yang kita cari selama ini.

Kenapa di dalam Rukum Islam yang ke lima (5) kita diperintahkan menunaikan Ibadah Hajji? Dan kenapa kita menunaikan Ibadah Hajji harus ke Tanah Suci?  Dan kenapa kita tidak membuat Ka'bah itu lebih dari satu?  Agar manusia tidak menemui kesulitan untuk menunaikannya.
Seperti umpamanya di Indonesia didirikan Ka'bah, di Arab didirikan satu Ka'bah, di Eropa didirikan satu Ka'bah dan seterusnya.

Kalau begitu Allah telah mempersulit manusia untuk menunakan  rukun Islamnya yang ke lima (5) dan berarti di mana letaknya kebenaran Allah?  Apakah ibadah Hajji itu hanya untuk orang-orang yang mempunyai uang saja dan orang-orang miskin tidak bisa melaksanakannya?
Dan haruskah menunaikan ibadah Hajji itu ke Mekkah?  Dan begitu pentingkah arti Ka'bah bagi manusia?  Jadi apa sebenarnya Ka'bah itu?  Sehingga seluruh manusia di muka bumi ini harus berkiblat atau menghadapkan sujudnya kearah Ka'bah?

Wahai....seluruh umat Islam di muka bumi ini, yang telah mengaku bersyahadah dengan kalimat Tauhid "Asyhadu an La ilaha ila Allah wa asyhadu ana Muhammad Rasulullah'' marilah bergabung bersama kami untuk mencari kebenaran-kebenaran itu semua karena sesuai dengan syariat rukun Islam yang kelima (5) menunaikan ibadah haji jika mampu dan bersama-sama kita berjalan menuju Ka'bah untuk mempersatukan aqidah, karena aqidah itu hanya satu dan Ka'bah itu pun hanya satu dan pemiliknya hanya satu. Satu maksud, satu tujuan, dan satu kebenaran yaitu Kebenaran Allah.

Kita buka diri kita agar mengerti siapa diri kita, kita buka Al-Qur'an agar mengerti apa dan siapa Al-Qur'an dan kita buka Allah agar mengerti siapa itu Allah, dan akhirnya kita akan menemukan kebenaran Allah yang hakiki bahwa yang benar adalah Allah bukanlah kita sebagai manusia.

Janganlah mengaku diri sendiri sudah mempunyai ilmu padahal sebenarnya adalah kosong karena tidak ada satu mahluk di dunia ini yang mempunyai ilmu selain dari pada Allah karena ilmu itu milik Allah dan manusia hanya sekedar diberi pengetahuan (bukan ilmu) agar mengerti dan mencari kebenaran manusia itu sendiri dan kebenaran Al-Qur'an dan kebenaran Allah dan yang terakhir adalah kebenaran dari pada Dzat-Nya.

"Barang Siapa yang mengenal dirinya maka dia akan mengenal Tuhannya" dan barang siapa yang sudah mengenal Tuhannya berarti dia sudah bersyahadah (menyaksikan) LA ILAHA ILA ALLAH, dan barang siapa yang sudah bersyahadah berarti dia sudah Islam dan Allah akan mengatakan (bahwa) "Hari ini telah Ku sempurnakan nikmatmu dan Aku (Allah) ridho Islam-lah agamamu".

Tidak ada yang bisa berjalan di muka bumi ini tanpa mengerti dirinya dan tidak ada usaha yang maju atau sukses tanpa dia mengerti usahanya karena semuanya itu adalah atas dasar satu kehendak yaitu kehendak Allah dan bukanlah kehendak manusia.

Begitu pula suatu bangsa atau negara, apabila suatu bangsa atau negara itu mengerti akan hakekat berbangsa dan bernegara dan mengerti hakekat dari pada dirinya maka tidak akan mungkin terjadi perpecahan dan tidak akan muncul tragedi teroris yang selama ini selalu dituduhkan kedalam diri Islam.

Di dunia dan alam semesta ini hanya ada satu kekuatan yaitu kekuatan Allah (Wa Lam Yakun Lahu Kufuwan Ahad) dan segala apapun yang terjadi di dunia ini adalah kehendak Allah.  Amerika bukanlah negara super power, Rusia juga bukan negara super power karena kekuatan yang dimiliki oleh masing-masing negara di dunia ini hanyalah bersifat fatamorgana atau ilusi belaka.

Jika Allah berkehendak satu negara itu hancur, maka hancurlah negara itu dan begitu pula apabila Allah berkehendak dunia ini hancur akan hancurlah dunia.

Tetapi jika Allah berkehendak suatu bangsa itu maju maka akan majulah bangsa itu, dan semua ini adalah kehendak Allah dan Allah akan melihat dan memilih bangsa atau negara mana yang harus dihancurkan dan bangsa atau negara mana yang harus dibangkitkan dan siapa-siapa yang dekat dan mengenal akan Allah maka itulah yang akan diselamatkan oleh Allah.

Negara atau Bangsa Indonesia tidak pernah bercita-cita untuk menjadi negara super power seperti negara-negara lainnya tetapi negara atau bangsa Indonesia hanya bercita-cita untuk menjadi mercusuar dunia, dan inilah cita-cita bangsa Indonesia.

Jika kita menengok perjalanan negara  ini dahulu Indonesia berjalan berpegang pada aqidah, namun sekarang berpegang pada aqidah tetapi aqidah itu terpecah menjadi dua (2) yaitu aqidah dunia dan aqidah akherat sebab Allah adalah Cahaya Langit dan Bumi "Allahu nurussammawati wal ardhi" (Surat An Nur ayat 35).

Hal inilah perjalanan bangsa Indonesia yang sudah ditentukan oleh Allah dan dituliskan di dalam kitab Al-Qur'an dan begitu pula dengan perjalanan-perjalanan bangsa atau negara-negara lainnya yang kesemuanya itu telah ditentukan oleh Allah dan tertulis pada kitab Al-Qur'an. 

Pada hakekatnya di dunia terbagi  tiga (3) unsur pokok yaitu Aqidah, akal dan nafsu dan kesemuanya itu tunduk dan patuh pada tiga (3) huruf dalam satu kalimat yaitu Kaf, Wauw dan Nun (Kun) yang berarti  "Jadilah".

Kalau kita sebagai manusia bisa bersandar pada tiga (3) unsur atau tiga (3) huruf ini maka dunia bisa dikuasai, tetapi siapakah yang bisa menguasai tiga (3) unsur atau tiga (3) huruf ini?

Termasuk bagaiaman fenomena saat ini sudah berbaik dari tujuan pendirian negara di negeri tercinta mulai melenceng dari mengurusi rakyat menjadi kepentingan diri sendiri dan kelompok. Jika ada sebagian besar adalah slogan untuk retorika belaka.

Oleh karena itu, marilah instropeksi diri  dan keluarga bahwa banyak menggunakan ayat-ayat Allah alias memakai dalil agama ternyata setelah diteliti hanyalah pencitraan semata. Dengan demikian mulailah sadar diri untuk kembali ke jalan yang diridoi Allah untuk menjauhkan diri dari berbagai bencana terus menerus mendera di negeri ini.

Untuk kembali kepada aqidah sebenar-benarnya aqidah untuk menjauhkan diri dari ujian, cobaan dan musibah terus menerus menghujani negeri tercinta Indonesia. Jika perlu kita untuk melakukan taubatan nasuha, untuk memperbaiki diri sebagai implentasi dari kalimat Syahadatain kita kepada Allah SWT, semoga.

Waalaikum Salam Wr. Wb.

Semoga bermanfaat 
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Template | Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Dakwah DKM MASJID AT' TAQWA - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Zack Template