Headlines News :
Home » » Ayat Alquran Penyembuh Segala Penyakit

Ayat Alquran Penyembuh Segala Penyakit

Written By Attaqwa Ciluar on Senin, 08 April 2013 | 04.19




                        Hikmah Ayat Alquran Sebagai Obat

Bismillahirromanirrohim,
Assalamualaikum Wr. Wb.

Dengan menyebut Allah seru sekalian alam, atas berbagai limpahan  nikmat amat banyak di dunia dan di akhirat. Semoga tulian ini bermanfaat  Segala puji bagi Allah, Dzat pembuka rahasia ilmu, pemurah lagi penolong hambanya dipilih untuk memahami ajaran agama.

Selawat dan salam dilimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW, juga kepada seluruh keluarga dan para sahabatnya yang mulia. Amma ba`du.

Saudaraku se-Iman dimanapun berada, pada penjelasan ini merupakan sesuatu yang berguna bagi tulisan saya yang berjudul Pengobatan Qur`ani, menjelaskan tujuan dan manfaatnya serta menyempurnakan makna yang dipergunakan untuk menghasilkan maksud tertentu.

Aku memohon kepada Allah swt. Yang Maha pengasih lagi penyayang semoga penjelasan  ini bermanfaat bagi orang-orang yang mengetahui dan juga bagi orang-orang yang belum mengetahui diantara saudara-saudara kita. Semoga karenanya Allah menolong kita keluar dari segala permasalahan hidup yang menghimpit.

Dalam penulisan materi ini sengaja penulis tidak mengikuti aturan / kaedah-kaedah ilmiah yang umum berlaku seperti layaknya presentasi sebuah tulisan ilmiah, tapi penulis memilih cara dengan mengulas beberapa pertanyaan tapi tetap dalam koridor ilmiah dengan bahasa yang sederhana.

Pertama-tama saya akan memulai dengan pertanyaan :

 Apa itu ilmu hikmah ?
 Mengapa metode ini saya namakan Pengobatan Qur`ani dan apa yang dinamakan Pengobatan Qur`ani itu  ?
 Apa tujuan dan manfaat Pengobatan Qur`ani ?
 Mengapa harus Pengobatan Qur`ani ?
 Terus,Bagaimana bisa Al Qur`an menjadi penyembuh terhadap tubuh manusia ?
  Bagaimana cara Pengobatan  Qur`ani ini ?
  Apakah Pengaruh AlQur`an itu terhadap organ tubuh ? Apakah bisa diukur?
  Lalu, Sampai dimana jangkauan Pengobatan  Qur`ani ini ?
  Dan, sejauh mana tingkat keberhasilannya (the success of the treatment ) ?
   Penyakit dan kasus apa saja yang sudah berhasil disembuhkan ?
   Apakah Pengobatan  Qur`ani ini hanya terbatas pada kelompok Muslim saja ?

Ditambah dengan beberapa pertanyaan lain yang berhubungan.
Apakah itu ilmu hikmah ?

Sekilas akan saya jelaskan apa itu Ilmu Hikmah, Tapi,sebelumnya ingin saya jelaskan sedikit hubungan antara do`a dan penyembuhan.

Jauh sebelum mekarnya kedokteran modern, penyembuhan dilakukan oleh tabib, dukun dan pemuka agama. Ahli-ahli penyembuhan ini kerap menolong orang-orang sakit tanpa mengetahui secara persis bagaimana pengaruh proses penyembuhan yang mereka lakukan. Bahkan sekarang ini, banyak praktik dalam kedokteran modern berlangsung dengan mekanisme kerja yang belum dapat dipahami atau dijelaskan. Prinsip pokoknya adalah “apabila sebuah praktik berfungsi,gunakanlah “. Memahami cara kerjanya itu perlu,tapi tak terlalu penting.( Khalil Khavari ,Ph.D. )

Do`a merupakan penyembuhan spiritual dan bukanlah sebentuk tahayul. Do`a adalah spiritropika yang memberi pengaruh kuat tanpa efek samping, tanpa kerusakan dan kerugian sama sekali. Over dosis spiritropika tak berbahaya sama sekali. Berbeda dengan obat kimia mengandung efek samping, bila over dosis bisa berbahaya dan bisa menimbulkan kerusakan-kerusakan yang parah. Contohnya obat bius, memang bisa mengendurkan kekalutan untuk sementara waktu, tapi sekaligus mengandung efek samping yang berbahaya.

Do`a banyak digunakan dalam praktik penyembuhan spiritual dan manfaat-manfaat yang dapat dipetik antara lain  (dikutip dari The Art of Happiness oleh Khalil A.Khavari, Ph.D ) :

    Do`a menguatkan pasien untuk lebih tegar, tabah dan sabar atas derita panjangnya.
    Do`a meluaskan cakrawala pandang pasien melampaui kesengsaraannya saat itu untuk menatap masa depan yang bebas dari semua kesusahan dan kesengsaraan fisik.
    Do`a dapat meningkatkan system kekebalan tubuh dan mempersenjatai tubuh untuk memerangi bakteri dan virus.
    Akhirnya do`a bisa meredakan rasa sakit dan serangan penyakit, mencegah penyakit memperparah korbannya.

Wujud dan besarnya pertolongan ini tak sepenuhnya diketahui, tetapi pengaruh-pengaruhnya senantiasa dirasakan.

Kemudian, kita kembali ke pokok bahasan pertama kita, yaitu ilmu hikmah, Seperti sudah banyak kita ketahui, ada banyak orang yang menamakan perguruannya / padepokannya / ilmunya sendiri dengan nama  Al-Hikmah, sampai-sampai ada yang menamakan dirinya sendiri sebagai Ahli Hikmah, padahal yang diajarkan hanya sebatas pengajaran / pengembangan ilmu kanuragan yang berbasis ilmu pernafasan. Tapi tidak ada salahnya juga dengan penamaan tsb. hanya saja aplikasinya masih terlalu sempit dan pengertiannya masih dangkal sekali.

Pengertian yang benar adalah dengan mengembalikan nama tersebut ke asal nama itu sendiri berasal, yaitu berasal dari salah satu nama dan sifat dzatiyah Allah swt. Al-Hikmah merupakan salah satu sifat Dzatiyah Allah yang berarti “Bijaksana”, Sifat ini terkait dengan sifat-sifat Allah yang lain seperti sifat Al-Ilmu (mengetahui) dan Al Khibroh ( Mengetahui ).

“ Ilmu Allah “ meliputi segala sesuatu, baik secara global maupun terperinci.

“ Kebijaksanaan Allah “ berlaku di dunia dan di akhirat.

Apabila Allah menyempurnakan sesuatu, maka sesuatu itu tidak akan mengandung kerusakan. Hal ini tertera jelas dalam Al Qur`an di surah Yusuf : 100

    Artinya : “Sesungguhnya, Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” [Yusuf : 100].

dan Al An-`am :18,

 Artinya : “Dan Dialah yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.” [Al-An'am : 18]

Juga Al Ahzab :34

    Artinya : “Dan bersyukurlah ( ingat dan renungkan )apa yang dibacakan di rumah-rumah kamu dari ayat-ayat Allah dan hikmah. Sesungguhnya Allah adalah Maha Lembut lagi Maha mengetahui “.

Ada yang memahaminya dalam arti umum mencakup segala macam Ilmu Amaliah dan Amal Ilmiah yang bisa mencakup pesan-pesan dan hukum-hukum agama yang secara khusus terdapat di dalam Al Qur`an. Dengan demikian ilmu ini akan memberikan kebaikan kepada pemiliknya dan memberi manfaat kepada lingkungannya.

Sebab itu Allah memerintahkan manusia agar mencari ilmu atau berilmu sebelum berkata dan beramal. Hal itu terjadi karena dengan Ilmu kita mampu menembus yang samar, bisa menemukan sesuatu yang hilang, serta bisa menyingkap yang tersembunyi.

Jadi, Ilmu Hikmah adalah Ilmu yang diturunkan Allah untuk melihat segala sesuatu bukan dari apa yang nampak, justru melihat sesuatu pelajaran dan manfaat yang terkandung di dalam sebuah peristiwa.
Mengapa metode ini saya namakan Pengobatan  Qur`ani dan apa yang dinamakan Pengobatan Qur`ani itu ?

Sebetulnya dasar dari metode  ini adalah Ilmu Hikmah. Tapi karena begitu banyaknya penafsiran yang berbeda tentang  pengertian Ilmu Hikmah di masyarakat, maka saya putuskan memberi nama metode ini dengan nama “Pengobatan Qur`ani” dengan tujuan agar masyarakat ( baik muslim,  terutama sekali yang non muslim ) bisa langsung tahu maksudnya, paling tidak sudah punya gambaran yang mendekati benar.

Pengobatan Qur`ani adalah suatu methode penyembuhan berbasis ilmu Hikmah yang dikembangkan oleh para ulama Islam dengan menggunakan ayat-ayat Al Qur`an yang dipercaya mengandung obat dan penawar ( hati ) dari berbagai penyakit.

Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al Qur`an surat Al Isra`: 82 yang berbunyi:

    “Dan kami turunkan dari Al Qur`an suatu yang menjadi Penawar dan Rahmat bagi orang-orang yang beriman… “

Apa tujuan dan manfaat Pengobatan Qur`ani ?

 Membantu memberikan jalan keluar yang Islami kepada orang-orang yang sedang mengalami
 permasalahan hidup, baik berupa penyakit Alamiah maupun penyakit akibat Sihir agar terhindar dan terlepas dari tipu daya syaitan ( Talbis syaiton ) berupa khurafat dan bid`ah dhalalah.

Mengajak orang-orang yang belum mengetahui jalan syariat diantara saudara-saudara kita agar menyelesaikan masalahnya secara cerdas dengan kembali kepada Alqur`an yang dapat melindungi seseorang dari hal-hal negatif yang mengancam.

Menyelesaikan masalah dengan tidak menimbulkan masalah baru berupa Fitnah yang menimpa hati berupa Fitnah syahwat dan subhat, Fitnah kesalahan dan kesesatan, Fitnah maksiat dan Bid`ah, Fitnah kezoliman dan kebodohan yang mengakibatkan rusaknya Ilmu, pandangan, pengetahuan dan Keyakinan kepada Allah swt.

Mengapa harus Pengobatan Qur`ani ?

Imam Ibnul Qayyim al Jauzi, semoga Allah merahmatinya mengatakan,” Al Qur`an adalah obat penyembuh yang paling sempurna bagi semua penyakit jiwa dan raga, serta penyakit dunia dan akhirat. Tapi tidak setiap orang layak mendapat taufik dari Allah untuk melakukan pengobatan dengan Al Qur`an ! namun jika orang yang sakit mengobati penyakitnya dengan Al Qur`an dengan penuh keimanan dan kesungguhan hati, penyerahan total kepada Allah, keyakinan yang penuh menyeluruh,serta memenuhi semua persyaratan yang lainnya, niscaya tidak pernah ada penyakit yang mampu mengalahkannya,…………demikian pendapat Ulama besar tersebut tentang manfaat ayat-ayat AlQur`an.

Kita telah membuang begitu banyak harta kita untuk menyembuhkan berbagai penyakit phisik dan jiwa kita ke  berbagai macam rumah sakit dan klinik di dalam maupun di luar negri. Tapi sedikit  diantara kita berpikir untuk melakukan usaha lain selain usaha medis itu yang boleh jadi  justru merupakan sarana penyembuh yang paling hakiki yang hanya membutuhkan sedikit waktu dan tenaga.

Bagaimana bisa Al Qur`an menjadi penyembuh terhadap tubuh manusia ?

Dalilnya adalah seperti yang dijelaskan oleh  firman Allah dalam Al Qur`an surat Al Isra`: 82 yang berbunyi:

    “Dan kami turunkan dari Al Qur`an suatu yang menjadi Penawar dan Rahmat bagi orang-orang yang beriman…“

Kata Min dalam ayat Al Qur`an tersebut merupakan penjelasan tentang jenis sehingga ia berarti bahwa Al Qur`an itu seluruhnya merupakan obat penyembuh.

Jadi Al Qur`an adalah Obat, bisa sebagai penyembuh. Salah satu buktinya adalah sebuah riwayat dari  Imam Bukhori bahwa salah seorang sahabat Nabi saw bernama Abu said Al Qudri membacakan surat Al Fatihah ( Ummul Qur`an) kepada seseorang yang digigit ular dan ternyata pulih kesehatannya.

Penjelasan :

Perhatikan, Al Fatihah terdiri dari 7 ayat. Bukankah seperti yang kita kenal secara empiris bahwa angka 7 banyak mewakili hal-hal yang kita kenal sehari-hari, sebagai contoh : 7 keajaiban dunia, 7 warna pelangi , 7 lapis langit, 7 lapis kulit bumi, 7 hari, 7 tangga nada , ph 7 dan sebagainya.

Jadi dengan membaca 7 ayat Al Fatihah sama dengan mengeluarkan 7 nada “SUARA“   ayat-ayat suci Allah berupa “ GELOMBANG “ yang mengandung ayat-ayat suci yang menghasilkan sesuatu “ ENERGI “ penyembuhan dari ayat-ayat suci   yang diperlukan tubuh  dalam keadaan tidak setimbang.

Skema :  SUARA (AlQur`an) -> GELOMBANG ( Ilahiyah) -> ENERGI (Penyembuhan).

Disini terjadi terapi bioelektrik + bioheat, yang bisa dipancarkan melalui tangan ( jari-jari / telapak tangan ), atau berupa vocal-suara atau dengan pikiran ( gelombang otak ). Gelombang energi tersebut akan menembus ruang dan waktu menuju sasaran jauh atau dekat. Gelombang-gelombang tersebut menembus tubuh dan menyebabkan normalisasi (kondisi setimbang) kimia di dalam tubuh ( Ph =7), sehingga tubuh menjadi sehat kembali. Suatu kesetimbangan “ kimiawi “ secara proses faal anatomi dan kejiwaan.
Kemudian, Bagaimana cara Pengobatan Qur`ani ini ?

Menurut syeikh Abu Bakar Muhammad Al Hambali dalam kitabnya Ilaj Al Umar As Sihriyyah Min Asy Syariah Al Islamiyyah, ialah ruqyah itu dibacakan oleh si pejampi ke atas tempat yang sakit atau perawat membacanya pada dua-dua belah tangannya sendiri lalu disapukan ( ke bahagian yang sakit) atau dibaca kedalam air dan yang seumpamanya. Kemudian ia menghembus selepas membaca ruqyah iaitu hembusan yang tanpa diikuti dengan lidah. Ia hanyalah hembusan nafas.

Ada dua macam cara dalam ilmu Hikmah pengamalan ayat Al-Qur’an :

Cara ke 1-  Ayat Al Quran atau Asma Allah dibaca sebagai zikir atau wiridan.

Cara ke 2- Ayat Al Quran atau Asma Allah  ditulis sebagai wafaq atau Rajah di suatu media kertas atau kulit.

Sesuai dengan sabda Nabi : “Bila seorang hamba menulis Basmalah pada batu atau kertas, maka bahwasanya para Malaikat menuliskan untuknya pahala dan memohonkan baginya ampunan (perlindungan) selama tulisan Basmalah itu masih ada pada batu atau kertas itu”. ( HR.Thabrani ).

Berikut salah satu contoh penulisan ayat-ayat Al Qur`an yang dijadikan sebagai obat
Dengan menyebut nama Allah yang telah melimpahkan nikmat yang amat banyak di dunia dan di akhirat, saya mulai menulis tulisan ini. Segala puji bagi Allah, Dzat pembuka rahasia ilmu, Yang pemurah lagi penolong hambanya yang ia pilih untuk memahami ajaran agama. Selawat dan salam dilimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW, juga kepada seluruh keluarga dan para sahabatnya yang mulia. Amma ba`du.

Penjelasan ini merupakan sesuatu yang berguna bagi tulisan saya yang berjudul Pengobatan Qur`ani, menjelaskan tujuan dan manfaatnya serta menyempurnakan makna yang dipergunakan untuk menghasilkan maksud tertentu.

Aku memohon kepada Allah swt. Yang Maha pengasih lagi penyayang semoga penjelasan  ini bermanfaat bagi orang-orang yang mengetahui dan juga bagi orang-orang yang belum mengetahui diantara saudara-saudara kita. Semoga karenanya Allah menolong kita keluar dari segala permasalahan hidup yang menghimpit.

Dalam penulisan materi ini sengaja penulis tidak mengikuti aturan / kaedah-kaedah ilmiah yang umum berlaku seperti layaknya presentasi sebuah tulisan ilmiah, tapi penulis memilih cara dengan mengulas beberapa pertanyaan tapi tetap dalam koridor ilmiah dengan bahasa yang sederhana.

Pertama-tama saya akan memulai dengan pertanyaan :

        Apa itu ilmu hikmah ?
        Mengapa metode ini saya namakan Pengobatan Qur`ani dan apa yang dinamakan Pengobatan Qur`ani itu  ?
        Apa tujuan dan manfaat Pengobatan Qur`ani ?
        Mengapa harus Pengobatan Qur`ani ?
        Terus,Bagaimana bisa Al Qur`an menjadi penyembuh terhadap tubuh manusia ?
        Bagaimana cara Pengobatan  Qur`ani ini ?
        Apakah Pengaruh AlQur`an itu terhadap organ tubuh ? Apakah bisa diukur?
        Lalu, Sampai dimana jangkauan Pengobatan  Qur`ani ini ?
        Dan, sejauh mana tingkat keberhasilannya (the success of the treatment ) ?
        Penyakit dan kasus apa saja yang sudah berhasil disembuhkan ?
        Apakah Pengobatan  Qur`ani ini hanya terbatas pada kelompok Muslim saja ?

Ditambah dengan beberapa pertanyaan lain yang berhubungan.
Apakah itu ilmu hikmah ?

Sekilas akan saya jelaskan apa itu Ilmu Hikmah, Tapi,sebelumnya ingin saya jelaskan sedikit hubungan antara do`a dan penyembuhan.

Jauh sebelum mekarnya kedokteran modern, penyembuhan dilakukan oleh tabib, dukun dan pemuka agama. Ahli-ahli penyembuhan ini kerap menolong orang-orang sakit tanpa mengetahui secara persis bagaimana pengaruh proses penyembuhan yang mereka lakukan. Bahkan sekarang ini, banyak praktik dalam kedokteran modern berlangsung dengan mekanisme kerja yang belum dapat dipahami atau dijelaskan. Prinsip pokoknya adalah “apabila sebuah praktik berfungsi,gunakanlah “. Memahami cara kerjanya itu perlu,tapi tak terlalu penting.( Khalil Khavari ,Ph.D. )

Do`a merupakan penyembuhan spiritual dan bukanlah sebentuk tahayul. Do`a adalah spiritropika yang memberi pengaruh kuat tanpa efek samping, tanpa kerusakan dan kerugian sama sekali. Over dosis spiritropika tak berbahaya sama sekali. Berbeda dengan obat kimia mengandung efek samping, bila over dosis bisa berbahaya dan bisa menimbulkan kerusakan-kerusakan yang parah. Contohnya obat bius, memang bisa mengendurkan kekalutan untuk sementara waktu, tapi sekaligus mengandung efek samping yang berbahaya.

Do`a banyak digunakan dalam praktik penyembuhan spiritual dan manfaat-manfaat yang dapat dipetik antara lain  (dikutip dari The Art of Happiness oleh Khalil A.Khavari, Ph.D ) :

    Do`a menguatkan pasien untuk lebih tegar, tabah dan sabar atas derita panjangnya.
    Do`a meluaskan cakrawala pandang pasien melampaui kesengsaraannya saat itu untuk menatap masa depan yang bebas dari semua kesusahan dan kesengsaraan fisik.
    Do`a dapat meningkatkan system kekebalan tubuh dan mempersenjatai tubuh untuk memerangi bakteri dan virus.
    Akhirnya do`a bisa meredakan rasa sakit dan serangan penyakit, mencegah penyakit memperparah korbannya.

Wujud dan besarnya pertolongan ini tak sepenuhnya diketahui, tetapi pengaruh-pengaruhnya senantiasa dirasakan.

Kemudian, kita kembali ke pokok bahasan pertama kita, yaitu ilmu hikmah, Seperti sudah banyak kita ketahui, ada banyak orang yang menamakan perguruannya / padepokannya / ilmunya sendiri dengan nama  Al-Hikmah, sampai-sampai ada yang menamakan dirinya sendiri sebagai Ahli Hikmah, padahal yang diajarkan hanya sebatas pengajaran / pengembangan ilmu kanuragan yang berbasis ilmu pernafasan. Tapi tidak ada salahnya juga dengan penamaan tsb. hanya saja aplikasinya masih terlalu sempit dan pengertiannya masih dangkal sekali.

Pengertian yang benar adalah dengan mengembalikan nama tersebut ke asal nama itu sendiri berasal, yaitu berasal dari salah satu nama dan sifat dzatiyah Allah swt. Al-Hikmah merupakan salah satu sifat Dzatiyah Allah yang berarti “Bijaksana”, Sifat ini terkait dengan sifat-sifat Allah yang lain seperti sifat Al-Ilmu (mengetahui) dan Al Khibroh ( Mengetahui ).

“ Ilmu Allah “ meliputi segala sesuatu, baik secara global maupun terperinci.

“ Kebijaksanaan Allah “ berlaku di dunia dan di akhirat.

Apabila Allah menyempurnakan sesuatu, maka sesuatu itu tidak akan mengandung kerusakan. Hal ini tertera jelas dalam Al Qur`an di surah Yusuf : 100

    Artinya : “Sesungguhnya, Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” [Yusuf : 100].

dan Al An-`am :18,

    Artinya : “Dan Dialah yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.” [Al-An'am : 18]

Juga Al Ahzab :34

    Artinya : “Dan bersyukurlah ( ingat dan renungkan )apa yang dibacakan di rumah-rumah kamu dari ayat-ayat Allah dan hikmah. Sesungguhnya Allah adalah Maha Lembut lagi Maha mengetahui “.

Ada yang memahaminya dalam arti umum mencakup segala macam Ilmu Amaliah dan Amal Ilmiah yang bisa mencakup pesan-pesan dan hukum-hukum agama yang secara khusus terdapat di dalam Al Qur`an. Dengan demikian ilmu ini akan memberikan kebaikan kepada pemiliknya dan memberi manfaat kepada lingkungannya. Sebab itu Allah memerintahkan manusia agar mencari ilmu atau berilmu sebelum berkata dan beramal. Hal itu terjadi karena dengan Ilmu kita mampu menembus yang samar, bisa menemukan sesuatu yang hilang, serta bisa menyingkap yang tersembunyi.

Jadi, Ilmu Hikmah adalah Ilmu yang diturunkan Allah untuk melihat segala sesuatu bukan dari apa yang nampak, justru melihat sesuatu pelajaran dan manfaat yang terkandung di dalam sebuah peristiwa.
Mengapa metode ini saya namakan Pengobatan  Qur`ani dan apa yang dinamakan Pengobatan Qur`ani itu ?

Sebetulnya dasar dari metode  ini adalah Ilmu Hikmah. Tapi karena begitu banyaknya penafsiran yang berbeda tentang  pengertian Ilmu Hikmah di masyarakat, maka saya putuskan memberi nama metode ini dengan nama “Pengobatan Qur`ani” dengan tujuan agar masyarakat ( baik muslim,  terutama sekali yang non muslim ) bisa langsung tahu maksudnya, paling tidak sudah punya gambaran yang mendekati benar.

Pengobatan Qur`ani adalah suatu methode penyembuhan berbasis ilmu Hikmah yang dikembangkan oleh para ulama Islam dengan menggunakan ayat-ayat Al Qur`an yang dipercaya mengandung obat dan penawar ( hati ) dari berbagai penyakit.

Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al Qur`an surat Al Isra`: 82 yang berbunyi:

    “Dan kami turunkan dari Al Qur`an suatu yang menjadi Penawar dan Rahmat bagi orang-orang yang beriman… “

Apa tujuan dan manfaat Pengobatan Qur`ani ?

    Membantu memberikan jalan keluar yang Islami kepada orang-orang yang sedang mengalami
    permasalahan hidup, baik berupa penyakit Alamiah maupun penyakit akibat Sihir agar terhindar dan terlepas dari tipu daya syaitan ( Talbis syaiton ) berupa khurafat dan bid`ah dhalalah.
    Mengajak orang-orang yang belum mengetahui jalan syariat diantara saudara-saudara kita agar menyelesaikan masalahnya secara cerdas dengan kembali kepada Alqur`an yang dapat melindungi seseorang dari hal-hal negatif yang mengancam.
   
Menyelesaikan masalah dengan tidak menimbulkan masalah baru berupa Fitnah yang menimpa hati berupa Fitnah syahwat dan subhat, Fitnah kesalahan dan kesesatan, Fitnah maksiat dan Bid`ah, Fitnah kezoliman dan kebodohan yang mengakibatkan rusaknya Ilmu, pandangan, pengetahuan dan Keyakinan kepada Allah swt.

Mengapa harus Pengobatan Qur`ani ?

Imam Ibnul Qayyim al Jauzi, semoga Allah merahmatinya mengatakan,” Al Qur`an adalah obat penyembuh yang paling sempurna bagi semua penyakit jiwa dan raga, serta penyakit dunia dan akhirat. Tapi tidak setiap orang layak mendapat taufik dari Allah untuk melakukan pengobatan dengan Al Qur`an ! namun jika orang yang sakit mengobati penyakitnya dengan Al Qur`an dengan penuh keimanan dan kesungguhan hati, penyerahan total kepada Allah, keyakinan yang penuh menyeluruh,serta memenuhi semua persyaratan yang lainnya, niscaya tidak pernah ada penyakit yang mampu mengalahkannya,…………demikian pendapat Ulama besar tersebut tentang manfaat ayat-ayat AlQur`an.

Kita telah membuang begitu banyak harta kita untuk menyembuhkan berbagai penyakit phisik dan jiwa kita ke  berbagai macam rumah sakit dan klinik di dalam maupun di luar negri. Tapi sedikit  diantara kita berpikir untuk melakukan usaha lain selain usaha medis itu yang boleh jadi  justru merupakan sarana penyembuh yang paling hakiki yang hanya membutuhkan sedikit waktu dan tenaga.
Bagaimana bisa Al Qur`an menjadi penyembuh terhadap tubuh manusia ?

Dalilnya adalah seperti yang dijelaskan oleh  firman Allah dalam Al Qur`an surat Al Isra`: 82 yang berbunyi:

    “Dan kami turunkan dari Al Qur`an suatu yang menjadi Penawar dan Rahmat bagi orang-orang yang beriman…“

Kata Min dalam ayat Al Qur`an tersebut merupakan penjelasan tentang jenis sehingga ia berarti bahwa Al Qur`an itu seluruhnya merupakan obat penyembuh.

Jadi Al Qur`an adalah Obat, bisa sebagai penyembuh. Salah satu buktinya adalah sebuah riwayat dari  Imam Bukhori bahwa salah seorang sahabat Nabi saw bernama Abu said Al Qudri membacakan surat Al Fatihah ( Ummul Qur`an) kepada seseorang yang digigit ular dan ternyata pulih kesehatannya.

Penjelasan :

Perhatikan, Al Fatihah terdiri dari 7 ayat. Bukankah seperti yang kita kenal secara empiris bahwa angka 7 banyak mewakili hal-hal yang kita kenal sehari-hari, sebagai contoh : 7 keajaiban dunia, 7 warna pelangi , 7 lapis langit, 7 lapis kulit bumi, 7 hari, 7 tangga nada , ph 7 dan sebagainya.
Jadi dengan membaca 7 ayat Al Fatihah sama dengan mengeluarkan 7 nada “SUARA“   ayat-ayat suci Allah berupa “ GELOMBANG “ yang mengandung ayat-ayat suci yang menghasilkan sesuatu “ ENERGI “ penyembuhan dari ayat-ayat suci   yang diperlukan tubuh  dalam keadaan tidak setimbang.

Skema :  SUARA (AlQur`an) -> GELOMBANG ( Ilahiyah) -> ENERGI (Penyembuhan).

Disini terjadi terapi bioelektrik + bioheat, yang bisa dipancarkan melalui tangan ( jari-jari / telapak tangan ), atau berupa vocal-suara atau dengan pikiran ( gelombang otak ). Gelombang energi tersebut akan menembus ruang dan waktu menuju sasaran jauh atau dekat. Gelombang-gelombang tersebut menembus tubuh dan menyebabkan normalisasi (kondisi setimbang) kimia di dalam tubuh ( Ph =7), sehingga tubuh menjadi sehat kembali. Suatu kesetimbangan “ kimiawi “ secara proses faal anatomi dan kejiwaan.
Kemudian, Bagaimana cara Pengobatan Qur`ani ini ?

Menurut syeikh Abu Bakar Muhammad Al Hambali dalam kitabnya Ilaj Al Umar As Sihriyyah Min Asy Syariah Al Islamiyyah, ialah ruqyah itu dibacakan oleh si pejampi ke atas tempat yang sakit atau perawat membacanya pada dua-dua belah tangannya sendiri lalu disapukan ( ke bahagian yang sakit) atau dibaca kedalam air dan yang seumpamanya. Kemudian ia menghembus selepas membaca ruqyah iaitu hembusan yang tanpa diikuti dengan lidah. Ia hanyalah hembusan nafas.

Ada dua macam cara dalam ilmu Hikmah pengamalan ayat Al-Qur’an :

Cara ke 1-  Ayat Al Quran atau Asma Allah dibaca sebagai zikir atau wiridan.

Cara ke 2- Ayat Al Quran atau Asma Allah  ditulis sebagai wafaq atau Rajah di suatu media kertas atau kulit.

Sesuai dengan sabda Nabi : “Bila seorang hamba menulis Basmalah pada batu atau kertas, maka bahwasanya para Malaikat menuliskan untuknya pahala dan memohonkan baginya ampunan (perlindungan) selama tulisan Basmalah itu masih ada pada batu atau kertas itu”. ( HR.Thabrani ).

Berikut salah satu contoh penulisan ayat-ayat Al Qur`an yang dijadikan sebagai obat
3). Kemudian air tersebut diminum secara berulang-ulang tergantung dengan berat ringannya kasus penyakit tersebut.

Dengan izin-Nya si penderita sakit bisa segera sembuh dari penyakitnya.

Jadi dengan “ Kekuatan Kesetimbangan “ yang dimiliki AlQur`an, maka ayat-ayatnya dipercaya akan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap fungsi organ-organ tubuh, secara biologis dan kejiwaan.

Formula tersebut dapat digunakan untuk menyembuhkan tidak hanya penyakit fisik dan mental, namun juga untuk mengatasi masalah keluarga, dan sosial.
Apa  Pengaruh Al Qur`an terhadap organ tubuh ? terus apa bisa diukur?

Secara medis telah dinyatakan bahwa Tegang dan Cemas bisa mengarah kepada pengurangan ( defisiensi ) kekebalan tubuh manusia  terhadap  penyakit. Semakin tidak stabil ( tidak setimbang ) kondisi kejiwaan dan kegelisahan seseorang, maka semakin terbuka peluang / rentan orang tersebut  terserang penyakit. Pengaruh AlQur`an adalah mengembalikan ketidaksetimbangan tersebut hingga mengarah kepada peningkatan system  kekebalan dan daya tahan tubuh terhadap penyakit. Tubuh menjadi sehat dan  kuat terhadap serangan penyakit.

Dr. Ahmed El Kadi di  Missouri, USA melakukan riset terhadap pengaruh AlQur`an terhadap tubuh manusia.
Penelitian dan pengukuran ini dilakukan terhadap 3 kelompok manusia:

    Muslim yang bisa berbahasa Arab.
    Muslim yang tidak bisa berbahasa Arab
    Non-Muslim yang tidak bisa berbahasa Arab.

Pengaruh ini diukur dan dicatat dengan menggunakan seperangkat peralatan elektronik perangkat studi dan evaluasi terhadap tekanan syaraf yang ditambah dengan komputer jenis Medax 2002 (Medical Data Exuizin) yang ditemukan dan dikembangkan oleh Pusat Studi Kesehatan Univ. Boston dan Perusahaan Dafikon di Boston.

Perangkat ini mengevaluasi respon-respon perbuatan yang menunjukkan adanya ketegangan melalui salah satu dari dua hal:

    Perubahan gerak nafas secara langsung melalui komputer,  dan
    Pengawasan melalui alat evaluasi perubahan-perubahan fisiologis pada tubuh.

Pada semua kelompok responden tersebut dibacakan sepotong ayat Al-Qur’an dalam bahasa Arab dan kemudian dibacakan terjemahnya dalam bahasa Inggris.Dan pada setiap kelompok ini diperoleh data adanya dampak yang bisa ditunjukkan tentang Al-Qur’an, yaitu 97% percobaan berhasil menemukan perubahan dampak tersebut. Dan dampak ini terlihat pada perubahan fisiologis yang ditunjukkan oleh menurunnya kadar tekanan pada syaraf secara spontanitas.

Ini terlihat pada perubahan energi listrik pada otot-otot pada organ tubuh. Dan perubah-perubahan yang terjadi pada kulit karena energi listrik, dan perubahan pada peredaran darah, perubahan detak jantung, volume darah mengalir pada kulit, dan suhu badan. Dan semua perubahan ini menunjukan bahwasanya ada perubahan pada organ-organ syaraf otak secara langsung dan sekaligus mempengaruhi organ tubuh lainnya.

Jadi dari riset yang dilakukan oleh Dr. Ahmed El Kadi ternyata diketahui pengaruh Al Qur`an bisa diukur dan bisa  menurunkan ketegangan syaraf yang akan menyebabkan seluruh badannya akan segar kembali, stamina tubuh membaik dan akan menghalau berbagai penyakit atau mengobatinya.
Terus, Sampai dimana jangkauan Pengobatan Qur`ani ini ?

Jawabannya :Sangat luas. Selain untuk penyembuhan berbagai penyakit Medis dan Non medis ,juga bertujuan untuk menolak bala sebelum terjadi dan melindungi orang-orang dari bahaya yang mengancam.
Kemudian, sejauh mana tingkat keberhasilannya (the success of the treatment )  ?

Jawaban : Relatif,tergantung pada tingkat keyakinan si pelaku, baik si sakit atau si penyembuh selama proses penyembuhan itu. Jika si sakit tidak layak menerima penyembuhan dan si Penyembuh tidak mampu memberikan pengaruh apa-apa maka kesembuhan tidak akan terjadi.
Kesembuhan hanya akan terjadi bila :

     Ada kesesuaian obat dengan penyakit.
     Kesungguhan orang yang mengobati dan orang yang diobati bisa menerimanya.

Penyakit dan kasus apa saja yang sudah berhasil disembuhkan ?

Berdasarkan pengalaman yang ditemui, Terapist banyak menangani kasus-kasus penyakit pasien yang sudah hopeless tidak bisa diobati lagi oleh Paramedis dan sudah banyak membuang begitu banyak harta, tenaga dan waktu untuk menyembuhkan  penyakitnya  ke  berbagai macam rumah sakit dan klinik di dalam maupun di luar negri.

Penyakit / keluhan yang berhasil diobati berdasarkan pengakuan dari para penderita ,misalnya;

    Infeksi saluran kencing, keluhan sering buang air kecil setiap malam,sampai 20 x dalam semalam.
    Gejala stroke, keluhan tangan sakit, badan lumpuh sebelah ( servical syndrome).
    Sering muntah-muntah, padahal sudah berobat ke RS.
    Sakit jantung, Jalan enggak kuat, nafas pendek, kaki bengkak-bengkak.
    Vertigo yang tidak kunjung sembuh walau sudah berobat ke dokter spesialis.
    Sesak nafas dan badan pegel yang tidak kunjung sembuh.
    Tidak bisa menstruasi lagi  padahal umur masih muda belia.
    Sakit gigi terus walau sudah berobat ke dokter spesialis.
    Sering sakit-sakitan tanpa sebab  walau sudah berobat ke dokter spesialis.
    Luka  operasi yang tidak sembuh-sembuh.
    Kista.
    Thalaselmia.
    Berak darah terus menerus ,padahal tidak ada gejala ambeien dsb.
    Termasuk penyakit-penyakit yang secara uji klinis medis tidak bisa dijelaskan.
    Ikhtiar  do`a  lainnya seperti menyembuhkan Anak kecil  nangis tiada henti, membuang pengaruh buruk susuk, membuang ilmu jahat ,Perlindungan diri dan rumah atau bisnis  dari gangguan  jin dan manusia, dan lain-lain

Apakah Pengobatan Qur`ani hanya terbatas pada kelompok Muslim saja?

Jawab : Penyembuhan ini tidak terbatas pada satu kelompok tertentu ( Muslim) saja,tapi untuk segenap manusia yang memerlukan manfaatnya. Hal ini sudah dibuktikan dengan hasil penelitian dari Dr. Ahmed El Kadi terhadap kelompok responden Muslim dan Non-Muslim. Juga  sesuai dengan firman Allah dalam AlQur`an surat Yunus : 57

    “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit  ( yang berada) dalam dada… “

Beberapa pertanyaan  lain yang berhubungan

(1). Apa yang dimaksud dengan penyakit NON-MEDIS ? Apa tanda-tandanya ? serta bagaimana cara menyembuhkannya ?

Yang dimaksud dengan penyakit Non-Medis disini adalah suatu penyakit atau keluhan yang tidak bisa dijelaskan atau dibuktikan secara uji  klinis sebab maupun jenisnya.

Sehubungan dengan penyakit non-medis ini Rasullullah telah bersabda :

    “Sebagian besar umatku mati (setelah Qadha dan Qadar ALLAH ) – KARENA PENYAKIT  `AIN (sihir )“.

`Ain adalah kekuatan sihir yang memancar dari sorot mata (manusia atau Jin ) yang pada dasarnya merupakan sorot mata kedengkian yang memancar bahaya kekuatan sihir.

Tanda -tanda atau gejala secara umum  adalah lesu di sekujur tubuh yang disertai rasa malas dan  kelemahan fisik serta enggan beraktifitas. Pada kasus lebih lanjut timbul rasa sakit pada salah satu anggota badan dan dokter tidak sanggup mengobatinya.

Cara penyembuhan yang paling ampuh adalah dengan memperbanyak membaca Al Qur`an, banyak-banyak mengingat Allah dengan melakukan dzikir yang disyari’atkan, membaca do’a dan ta’awwudz sesuai dengan tuntunan Rasulullah ‘Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mulai dari ayat-ayat  popular seperti Al fatihah,Al Ikhlas, Al Falaq, An-nas, surat Qursy sampai ke do`a – do`a mashur yang biasa dipakai oleh nabi Muhammad maupun sahabatnya terus sampai ke doa`doanya para Auliyah. Cara-caranyapun berkembang ,berbeda-beda, ada yang dibaca, ada yang ditulis lalu diminum, ada yang ditulis dalam bentuk rajah dan lain sebagainya. Yang penting cara-cara tersebut tidak keluar dari syariatNYA.

(2). Terus, adakah hubungan yang erat antara Surat surat di Al Qur’an dengan penyakit yang akan diobati? Apakah ada daftarnya?

Alqur`an bukanlah buku medis yang ayat-ayatnya ada korelasi dengan penyakit-penyakit tertentu, Walaupun ada beberapa ayat-ayatus syifa didalamnya. Ayat-ayat itupun tidak mengkaitkan secara spesifik ke penyakit tertentu. Alqur`an hanya menjelaskan bahwa ia sebagai penyembuh ( hati ) dan rahmat bagi umat manusia secara universal. Memang berdasarkan beberapa riwayat, bahwa Nabi Muhammad saw dan para sahabatnya pernah melakukan pengobatan dengan membacakan ayat-ayat Qur`an , tapi tidak ada keterangan berupa korelasi medis bahwa ayat -ayat tersebut ada hubungan dengan penyakit yang disembuhkan.

Juga tidak ada daftar atau korelasi  spesifik antara ayat-ayat Alqur`an terhadap penyakit-penyakit tertentu walaupun para Ulama Ahli Hikmah secara empiris melakukan penyembuhan suatu penyakit dengan ayat-ayat tertentu, tapi itupun berdasarkan riwayat-riwayat dari pengobatan yang dilakukan Rasullullah beserta para sahabatnya ditambah pengalaman spiritual mereka sendiri. Tidak ada standar baku dalam penyembuhan ini, walaupun ada beberapa ayat yang selalu dipakai secara berulang-ulang untuk suatu pengobatan.

(3). Apakah Pengobatan Qur`ani bisa disertai dengan pengobatan kedokteran modern ?

Dari beberapa pengalaman praktik dan keterangan dari beberapa tulisan para ahli diketahui bahwa Kedokteran modern dengan berbagai cabangnya dan do`a (Pengobatan Qur`ani ) adalah pasangan sarana yang ampuh untuk  menyembuhkan tubuh, intelek dan jiwa manusia. Kondisi tubuh, intelek dan jiwa manusia saling berkaitan dan menjadi pusat kepuasan hidup.
Resume :

    Basis Metode pengobatan qur`ani  adalah ilmu hikmah yaitu ILMU yang AMALIAH (charitable), AMAL yang ILMIAH .
   
Dari hasil penelitian Dr. Ahmed El Kadi sungguh sudah terlihat jelas bahwasanya Al-Qur`an memberi pengaruh positif dan signifikan terhadap fungsi organ-organ tubuh, secara biologis dan kejiwaan dan pengaruhnya bisa diukur.
   
Dengan Pengobatan Qur`ani maka tubuh ditingkatkan kekebalan dan daya tahannya terhadap serangan penyakit sekaligus mengobati penyakit yang sudah ada / bersarang di tubuh tersebut.
  
 Kesembuhan akan terjadi bila : (1) Ada kesesuaian obat dengan penyakit. (2) Kesungguhan orang yang mengobati dan orang yang diobati bisa menerimanya.
  
 Metode Pengobatan Qur`ani bisa diaplikasikan pada penyembuhan penyakit medis dan non-medis (yaitu penyakit yang tidak bisa dijelaskan secara uji klinis ).
  
 Jangkauan applikasi metode penyembuhan ini sangat luas. Selain untuk penyembuhan berbagai penyakit fisik dan mental, untuk menolak musibah sebelum terjadi dan menolak musibah setelah terjadi,juga untuk mengatasi masalah keluarga, dan sosial.
   
Applikasi penyembuhannya tidak terbatas pada kelompok tertentu ( Muslim ) saja, tapi untuk segenap manusia yang memerlukan manfaatnya.



Saat ini, sering kali kita mendengar terapi pengobatan ruqyah  namun pengertian yang terlintas dibenak kita adalah terapi untuk mengusir gangguan jin. Hal ini adalah pendapat keliru dan  salah kaprah dikalangan masyarakat saat ini. Padahal, ruqyah yang sesuai syar’i adalah sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang disyari’atkan untuk dilakukan bagi setiap muslim pertama kali saat dirinya merasa sakit, baik sakit fisik maupun karena gangguan jin.
                                                                                  Pengobatan Ruqyah
 

Apa itu Ruqyah ?

Sementara itu, pengertian pengobatan ruqyah (dengan huruf ra’ di dhammah) adalah yaitu bacaan untuk pengobatan syar’i (berdasarkan riwayat yang shahih atau sesuai ketentuan ketentuan yang telah disepakati oleh para ulama) untuk melindungi diri dan untuk mengobati orang sakit. Bacaan ruqyah berupa ayat ayat al-Qur’an dan doa doa yang telah diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Tidak diragukan lagi, bahwa penyembuhan dengan Al-Qur’an dan dengan apa yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berupa ruqyah merupakan penyembuhan yang bermanfaat sekaligus penawar yang sempurna bagi penyakit hati dan fisik dan bagi penyakit dunia dan akhirat. Bagaimana mungkin penyakit itu mampu melawan firman-firman Rabb bumi dan langit yang jika firman-firman itu turun ke gunung makai ia akan memporakporandakan gunung gunung. Oleh karena itu tidak ada satu penyakit hati maupun penyakit fisik melainkan ada penyembuhnya.

Allah berfirman, “Katakanlah, ‘AlQur’an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang orang yang beriman.’” (Qs. Fushilat: 44). Dan di surah Al Isra’ 82, “Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang orang yang beriman.” Dan di surat Yunus ayat 57, “Hai sekalian manusia, sesungguhnya telah datang kepada kalian pelajaran dari Rabb kalian, dan penyembuh bagi penyakit penyakit  (yang berada) didalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Qs. Yunus: 57)

Pada masa jahiliyah, telah dikenal pengobatan ruqyah. Namun ruqyah kala itu banyak mengandung kesyirikan. Misalnya menyandarkan diri kepada sesuatu selain Allah, percaya kepada jin, meyakini kesembuhan dari benda benda tertentu, dan lainnya. Setelah Islam datang, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang ruqyah kecuali yang tidak mengandung kesyirikan, ‘Auf bin Malik radhiallahu ‘anhu berkata, “Dahulu kami meruqyah di masa jahiliyyah. Lalu kami bertanya, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu tentang hal itu?’ Beliau menjawab, ‘Tunjukkan kepadaku ruqyah-ruqyah kalian. Ruqyah-ruqyah itu tidak mengapa selama tidak mengandung syirik’.” (HR. Muslim no. 2200)

Al-Qurthubi rahimahullahu berkata, “Hadits menunjukkan bahwa hukum asal seluruh ruqyah adalah dilarang, sebagaimana yang tampak dari ucapannya: ‘Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallammelarang dari segala ruqyah.’ Larangan terhadap segala ruqyah itu berlaku secara mutlak. Karena di masa jahiliyyah mereka meruqyah dengan ruqyah-ruqyah yang syirik dan tidak bisa dipahami maknanya. Mereka meyakini bahwa ruqyah-ruqyah itu berpengaruh dengan sendirinya.

Ketika mereka masuk Islam dan hilang dari diri mereka yang demikian itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang mereka dari ruqyah secara umum agar lebih mantap larangannya dan lebih menutup jalan (menuju syirik). Selanjutnya ketika mereka bertanya dan mengabarkan kepada beliau bahwa mereka mendapat manfaat dengan ruqyah-ruqyah itu, beliau memberi keringanan sebagiannya bagi mereka. Beliau bersabda, ‘Perlihatkan kepadaku ruqyah-ruqyah kalian. Tidak mengapa menggunakan ruqyah-ruqyah selama tidak mengandung syirik’.
                                                        Mencegah Lebih Baik dari Mengobati
Saudaraku, sesungguhnya syari’at Islam telah sempurna sehingga tidak ada hal melainkan sudah ada keterangannya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Karena itu, Allah telah mengabarkan apa apa yang baik bagi seorang hamba dan apa apa yang mesti ditinggalkan dengan segala hikmah yang kita ketahui maupun yang tidak kita ketahui.

Diantara apa yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yaitu berdzikir mengingat Allah dalam setiap keadaan, dzikir pagi dan petang hari, ketika hendak tidur,  ketika masuk dan keluar rumah, saat memakai baju, dan lainnya hingga tidur lagi. Jika kita selalu menjaga dzikir dzikir ini pada waktunya, niscaya ia akan mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat, mencegah segala keburukan, mendatangkan berbagai manfaat dan menolak datangnya bahaya.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Jika Allah akan memberi kunci kepada seorang hamba, berarti Alah akan membukakan (pintu kebaikan) kepadanya dan jika seseorang disesatkan Allah, berarti ia akan tetap  berada di muka pintu tersebut.” Bila seseorang tidak dibukakan hatinya untuk berdoa dan berdzikir, maka hatinya selalu bimbang, perasaannya gundah gulana, pikiran kalut, gelisah hasrat dan keinginannya menjadi lemah. Namun bila seorang hamba selalu berdoa dan berdzikir memohon perlindungan kepada Allah dari berbagai keburukan, niscaya hatinya menjadi tenang karena ingat kepada Allah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (Qs. Ar Ra’d: 28)

Doa dan dzikir yang dilaksanakan seharusnya adalah doa dan dzikir yang ada tuntunannya dari Rasulullah. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Dzikir yang paling baik dan paling bermanfaat adalah doa dan dzikir yang diyakini dengan hati, diucapkan dengan lisan, dilaksanakan dengan konsisten dari doa dan dzikir yang dicontohkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam serta orang yang melakukannya memahami makna dan maksud yang terkandung didalamnya.”

Seorang muslim seharusnya menjaga diri semaksimal mungkin dengan hal hal yang telah disyari’atkan Allah Ta’ala yaitu menjaga AllahTa’ala dengan benar benar mengikhlaskan diri dalam mentauhidkan-Nya, senantiasa bertaqwa, senantiasa berpegang teguh kepada sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, menjauhi  hawa nafsu.

Waalaikum Wr. Wb.

Semoga bermanfaat 


Ditulis oleh  Ir. Jaafar Dahlan ( Terapist Pengobatan Qur`ani ). Pada  Seminar penyembuhan alternatif, Jakarta, 18 May 2007, jam 14.00 p.m
Sumber : Penulis: Ummu Mu’aadz, Muroja’ah: Ustadz Aris Munandar (http://pengobatan-bekam.blogspot.com/2012/03/ruqyah-dan-pengertiannya.html)

Share this article :

1 komentar:

  1. alhamduliilahi robbil alamin
    ALLAH maha mengetahui......

    BalasHapus

 
Support : Creating Website | Template | Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Dakwah DKM MASJID AT' TAQWA - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Zack Template