Headlines News :
Home » » Saat Nabi Muhammad SAW, Menghembuskan ....

Saat Nabi Muhammad SAW, Menghembuskan ....

Written By Unknown on Kamis, 21 Juli 2016 | 03.56







Bissmillahirrohmanirrohiim,
Assalamu Alaikum Wr.Wb.

Saaudara se-Iman dimanapun berada, semoga kita semua senantiasa dalam lindungan Allah SWT dan atas rahmat Iman, Islam, Taqwa semoga senantiasa istiqomah, qhusnulkhotimah dan ridho-NYA, amin.

Selawat serta salam semoga senantiasa tercurah ramatkan kepada manusia terbaik, Nabi Muhammad SAW para keluarga, sahabat, dan umat termasuk kita semua semoga senantiasa dalam safaatNYA, amin.

Saudaraku Insya Allah diramati Allah,  pada kesempatan sengaja kami mengetengahkan bagaiamana Nabi Muhammad SAW saat menghembuskan nyawa terakhhir dari nara sumber, semoga bisa bermanfaat untuk kita semua, amin.

Sebagaimana di paparkan oleh Lukman Hakim Zuhdi, bahwa dua bulan setelah menunaikan ibadah haji wada’ (haji perpisahan), Nabi Muhammad SAW terkena sakit demam panas dibarengi pusing. Para istri beliau sudah berkumpul, tidak seorang pun dari mereka yang berani meninggalkan beliau dalam keadaan sakit parah.

Tidak lama kemudian, datanglah putri kesayangan beliau, yaitu Fatimah. Beliau menyambut kedatangan Fatimah dengan wajah ceria. Fatimah kemudian diminta duduk di sebelah kanan beliau. Nabi Muhammad SAW membisikkan sesuatu ke telinga Fatimah hingga membuat Fatimah menangis tersedu-sedu.

Beberapa saat kemudian, beliau membisikkan sesuatu dan Fatimah pun seketika tersenyum gembira. Tak ada seseorang yang mengetahui apa isi bisikan beliau, termasuk istri-istrinya. Siti Aisyah, istri Nabi Muhammad SAW yang paling muda usianya, terdorong rasa ingin tahu. Siti Aisyah memberanikan diri menanyakannya kepada Fatimah. Fatimah menjawab bahwa itu rahasia antara dirinya dengan sang Ayah.

Beberapa hari setelah Nabi Muhammad SAW wafat, Fatimah baru membocorkannya kepada Siti Aisyah. Bisikan beliau yang membuat Fatimah menangis adalah kabar dari Malaikat Jibril mengenai segera dicabutnya nyawa Nabi Muhammad SAW. Ketika itu beliau berpesan kepada Fatimah agar tetap bertakwa kepada Allah SWT dan bersikap sabar menerima kenyataan pahit tersebut.

Bisikan Nabi Muhammad SAW yang kedua berisi bahwa Fatimah telah menjadi wanita beriman yang terkemuka di dunia. Selain itu, Fatimah akan menjadi orang pertama dari keluarga Nabi Muhammad SAW yang akan menyusul beliau ke alam barzakh. Fatimah pun tersenyum.

Senyum Terakhir Nabi Muhammad SAW

Sakit nabi semakin bertambah, disertai dengan demam panas yang menyerang tubuh Nabi Muhammad SAW semakin hari semakin tinggi. Beliau tidak dapat lagi meninggalkan tempat tidurnya. Beliau meminta persetujuan seluruh istrinya untuk pindah ke rumah Siti Aisyah. Para istri menyetujui. Sahabat Abbas bin Abdul Muthalib dan Ali bin Abi Thalib, menantunya, lalu memapah beliau yang berjalan tertatih-tatih menuju kediaman Siti Aisyah. Rupanya demam panas beliau bertambah tinggi hingga beliau minta disiram dengan air.

Permintaan beliau dituruti. Semula Nabi Muhammad SAW masih mampu memimpin shalat fardhu berjamaah di Masjid Nabawi. Shalat Dzuhur berjamaah bersama para sahabat adalah shalat yang terakhir kali diimami oleh beliau. Namun, sejak itu terhitung sudah tiga hari beliau tidak sanggup mengimami shalat. Hal ini dikarenakan kondisi kesehatan beliau yang kian memburuk.
Bila beliau mendengar suara sahabat Bilal bin Raba’ mengumandangkan adzan shalat, beliau segera menunjuk sahabat Abu Bakar Siddiq sebagai imam shalat. Tempat kediaman Siti Aisyah memang sangat berdekatan dengan Masjid Nabawi.

Pada saat kaum muslimin sudah siap berdiri untuk melaksanakan shalat berjamaah di masjid, secara mendadak Nabi Muhammad SAW menyingkapkan kain penyekat kamarnya. Beliau melihat para jamaah sambil tersenyum senang sembari melambaikan tangan. Melihat keadaan beliau yang demikian, para sahabat sangat gembira. Mereka menyangka beliau telah sembuh dari sakitnya. Sementara Abu Bakar Siddiq yang akan mengimami shalat menyangka beliau hendak keluar kamar dan memimpin shalat. Tetapi beliau segera memberi isyarat supaya para jamaah memulai shalatnya. Kain penyekat ditutup kembali. Para sahabat melanjutkan shalatnya.

Pidato Abu Bakar Siddiq

Tanda-tanda kedatangan Malaikat Izrail, malaikat pencabut nyawa, semakin dekat. Nabi Muhammad SAW berada di atas pangkuan Siti Aisyah. Beliau memiringkan kepalanya ke arah kepala Siti Aisyah. Siti Aisyah mengira beliau menghendaki sesuatu dari kepalanya. Tetapi, secara tiba-tiba dari mulut beliau keluar setetes cairan dingin. Siti Aisyah merasa sangat gemetar, menduga beliau pingsan. Siti Aisyah kemudian menyelimuti Nabi Muhammad SAW dengan pakaian beliau.

Pada saat itu Umar bin Khattab dan Mughirah bin Syu’bah datang berniat menjenguk Nabi Muhammad SAW. Keduanya meminta izin kepada Siti Aisyah untuk mendekatinya. Setelah dicek, Umar bin Khattab menyangka beliau pingsan. Sementara Mughirah bin Syu’bah mengatakan beliau telah wafat. Ternyata dengan suara yang keras dan penuh emosi, Umar bin Khattab membantahnya. Umar bin Khattab tidak percaya beliau telah tiada. Umar bin Khattab bahkan menuduh Mughirah bin Syu’bah telah berbohong kepada dirinya.

Tidak lama kemudian Abu Bakar Siddiq datang. Abu Bakar langsung melihat keadaan beliau. Setelah memeriksa beliau, Abu Bakar lalu mengucapkan inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Artinya, sesungguhnya segala sesuatu milik Allah SWT dan sesungguhnya kepada-Nya semua akan kembali. Abu Bakar mencium kepala, dahi dan kedua pipi beliau. Menurut Abu Bakar, alangkah harumnya sekujur tubuh beliau, baik sewaktu hidup maupun setelah mangkat. Orang-orang yang hadir spontan menangis. Semuanya benar-benar bersedih. Tulang dan persendiannya seakan copot. Lidah mereka kelu. Mulut mereka seperti terkunci rapat, tak dapat berkata apapun.

Dalam tempo cepat, para sahabat dan kaum muslimin telah berkumpul di dekat rumah Nabi Muhammad SAW. Mereka beramai-ramai menitikkan air mata. Tak ada yang bisa mempercayai bahwa manusia agung sekaligus pemimpin kesayangan mereka telah dipanggil oleh Allah SWT. Seluruh penghuni alam pun turut berduka. Awan hitam menutupi Kota Madinah. Untuk menenangkan hati dan menjaga keimanan mereka, Abu Bakar Siddiq segera berbicara dihadapan mereka: “Barang siapa yang menyembah Allah SWT, maka Allah SWT Maha Hidup dan tidak akan mati. Tetapi barang siapa yang menyembah Muhammad Rasulullah, maka Muhammad Rasulullah sekarang telah meninggal dunia.

Menghembuskan  

Nabi Muhammad SAW menghembuskan nafas terakhirnya pada hari Senin, tanggal 12 Rabiul Awal 11 Hijriyyah dalam usia 63 tahun. Jenazah beliau dimandikan dalam keadaan berpakaian. Ali bin Abi Thalib yang memimpin pelaksanaan prosesi pemandiannya. Di antara sahabat yang membantu membolak-balikkan tubuh jenazah adalah Abbas bin Abdul Muthalib, Fadhl bin Abbas dan Qatsam bin Abbas. Usamah bin Zaid dan Shalih yang menuangkan air ke tubuh jenazah. Ali bin Abi Thalib sendiri yang membersihkan tubuh jenazah dari bekas keringat. Ali tidak menemukan satu kotoran pun pada tubuh beliau. Malah, menurut Ali, jenazahnya mengeluarkan bau harum.

Seusai dimandikan, jenazah suci Nabi Muhammad SAW dikafani dengan tiga pakaian beliau sendiri; yang dua berwarna putih dan yang satu berwarna kekuning-kuningan. Tidak ada baju lengan panjang dan surban di dalamnya. Jenazah beliau selanjutnya diletakkan di atas ranjang di pinggir bakal kuburan. Kemudian masuklah orang-orang secara berkelompok. Mereka menshalatinya berkelompok dan bergantian. Orang yang pertama shalat adalah Abbas bin Abdul Muthalib, kemudian Bani Hasyim, Muhajirin, Anshar, dan seluruh manusia yang hadir. Berikutnya giliran anak-anak dan para wanita yang diberi kesempatan masuk untuk melihatnya.

Sahabat Abu Thalhah lantas mencangkul tanah untuk lubang kuburan Nabi Muhammad SAW di tempat tidur bekas beliau. Jenazah beliau dimakamkan di dalam rumah Siti Aisyah, istri beliau. Beliau pernah mengatakan bahwa dahulu para nabi dikubur di tempat mereka wafat. Selama menggali, Abu Thalhah mengucapkan doa ma halaka. Artinya Nabi Muhammad SAW sebenarnya tidak rusak dan tidak meninggal sama sekali, kecuali dikubur dan dicabut ruhnya.

Abu Thalhah sudah rampung membuat tempat peletakan jenazah. Nabi Muhammad SAW secara perlahan diturunkan ke liang lahat. Abbas bin Abdul Muthalib, Fadhl bin Abbas, Qatsam bin Abbas, Ali bin Abi Thalib, dan Syaqran yang turun ke liang lahat. Mereka mengurus dan mengatur posisi jenazah. Sesudah wajah dan tubuh jenazah dihadapkan ke arah kiblat, jenazah dipendam dan lubang kubur ditutup. Di atas kuburnya dibangun sebuah bata. Para sahabat kemudian menaburkan debu dan meratakan kuburan Nabi Muhammad SAW, lalu menyiramkan air di atasnya.

Saudaraku semua, Pada suatu Subuh Rasulullah Saw memanggil Imam Ali, rupanya saat itu Rasulullah Saw merasa kedinginan yang sangat, Beliau merasa tidak bisa melangkahkan kaki untuk memimpin Sholat Subuh berjamaah, sehingga Beliau memutuskan memanggil Imam Ali untuk memberi pesan Kepada Abu Bakar agar MengImami Sholat Subuh berjamaah.

Dikisahkan tiga kali Imam Ali meminta Abu bakar untuk mengImami Sholat Subuh berjamaah, sesuai pesan Baginda Rasulullah Saw. Dan tiga kali juga Abu Bakar menolak,dia berkata “kalau masih ada Rasulullah tidak pantas saya mengimami Sholat Subuh” begitu kata Abu Bakar. Hingga akhirnya Rasulullah memaksakan dirinya untuk menjadi Imam, yang diriwayatkan itulah Sholat Subuhnya yang terakhir. Kemudian berangkatlah Rasulullah untuk mengImami Sholat Subuhnya dan ternyata itu Sholat Subuh yang terakhir, disebagian riwayat dikisahkan, ketika Rasulullah mengucapkan Salam, Beliau langsung menghadapkan mukanya,menghadapkan wajahnya kepada Jamaahnya, kepada Sohabatnya yang pada saat itu sudah berlinang air mata semua, karena mereka merasa jangan-jangan Rasulullah sudah akan meninggalkan mereka.

Pada saat Beliau selesai Salam beliau langsung menghadapkan wajahnya kepada jamaahnya dan dibacakannya ayat yang terakhir Surat Al-Kahfi Surat ke-18 ayat 110 :
Para Sahabat yang mendengar ayat ini dan mengerti benar ayat ini, mereka makin menangis mereka melinangkan air mata, diantaranya Abu Bakar Ra.

Katakanlah wahai Muhammad Sesungguhnya Aku ini manusia yang sama seperti kalian, seolah-olah Rasulullah Saw ingin berkata kepada kita semua umatnya, kalau Rasulullah adalah manusia biasa yang butuh makan kalu Rasulullah adalah manusia biasa seperti kita yang butuh minum, maka Rasulullah adalah manusia yang hidup dan suatu saat akan meninggal dunia.

Amal Sholeh

Barang siapa yang ingin bertemu Allah Swt. Tuhannya, hendaknya dia banyak-banyak melakukan amal Soleh dan jangan mempersekutukan Allah dengan sesuatu.

Dikisahkan Abu Bakar Ra. Mengingat episode disaat Beliau menemani Rasulullah Saw Hijrah, ada goa Tsur disana, Allah kemudian Wahyukan kepada Nabi Agung Muhammad Saw untuk beristirahat disana. Masuklah kemudian Abu Bakar dengan Rasulullah kedalam goa itu, begitu masuk karena lelahnya Rasulullah tertidur dalam pangkuan Abu Bakar Ra. Yang bukan saja dia adalah Jamaahnya, Sahabatnya, tapi beliau adalah Mertua dari Rasulullah Saw. Ketika Rasulullah tertidur dipangkuan Abu Bakar, Abu Bakar melihat ada ular dan Abu Bakar sendiri tahu bahwa ular itu akan menggigit salah satu diantara mereka berdua yaitu Rasulullah atau Abu Bakar akan digigit oleh ular itu, dan karena kaki Abu Bakar yang menjulur maka digigitlah kakinya, jika saja Abu Bakar tidak Mencintai Rasulullah dengan begitu besar, ingin rasanya Beliau mengusir ular itu, tapi Beliau tahu jika Beliau mengusir ular itu maka Rasulullah Saw. Akan terbangun dari tidurnya, dan karena kecintaannya yang begitu besar pada Rasulullah, Abu Bakar Ra. Mengikhlaskan kakinya untuk digigit ular itu, dan saat digigit oleh ular itu hampir saja Abu Bakar menjerit karena sakitnya, tapi Beliau tidak mengeluarkan suara sedikitpun karena Beliau tidak mau membangunkan Baginda Rasulullah Saw. Subhanallah! Cinta para Sahabat Rasulullah kepada Rasulullah memang tidak dapat diukur. Dan Beliau mendengar Rasulullah Saw. Membaca ayat tadi Surat Al-Kahfi ayat ke 110.

Imam Ali pun begitu, Beliau ingat disaat beliau menemani Baginda Rasulullah dari kamarnya untuk kemudian berdiri menjadi Imam Sholat Subuh dan Rasulullah membacakan ayat itu, dan Imam Ali paham bahwa Rasulullah mendekati ajal Beliau. Imam Ali mengingat ketika Jibril Mewahyukan kepada Rasulullah, bahwa ada enam kafir Quraisy yang bergerak berjalan untuk mengepung rumah Rasulullah, salah satu yang dipanggil adalah Imam Ali Ra. Ditawarkan oleh Rasulullah “siapakah diantara kalian engkau Ali Sahabatku atau engkau Ayahku Abu Bakar? Yang akan menggantikanku disini agar kafir Quraisy mengira aku masih ada disini”, kemudian Imam Ali mengambil posisi “aku saja Ya Rasulullah” dan Imam Ali menempati Posisi tidurnya Rasulullah. Dan Rasulullah pergi berangkat, tapi sayang saat itu sudah tiba dahulu enam Kafir Quraisy yang kira-kira sudah sejarak lagi untuk sampai dirumah Rasulullah, lalu kemudian Allah Swt. Mewahyukan lewat Jibril,agar Rasulullah menggenggam pasir dan kemudian menyebarkannya didepan rumah, dan singkat ceritanya kemudian Kafir Quraisy itu tertidur, Subhanallah.


Pada saat Rasulullah sampai dirumah, kemudian terdengar ada suara pintu yang diberi Salam, Fatimah kemudian menyaut "Wa’alaikum salam warohmatullahi Wabarokatuh. Siapa yang diluar?" Kemudian dijawab, “ Saya sudah datang, salamkan kepada Rasulullah aku sudah datang “ perlu diketahui wahai Saudaraku semua, hanya satu orang yang malaikat Jibril dan Izroil memberi Salam ketika hendak menjemput kita semua, yaitu Kepada Baginda Rasulullah Saw. Karena Allah memerintahkan kepada Izroil “ Wahai Izroil kalau nanti Rasulullah Saw. Menolak untuk dicabut Nyawanya, maka Pulanglah “ Subhanallah, disampaikan kemudian oleh Fatimah kepada Rasulullah bahwa di depan ada tamu. Rasulullah menjawab “ tamu yang kau maksud sudah ada disini “ Fatimah bingung karena tidak ada yang bisa dia lihat tapi Rasulullah mengatakan bahwa tamunya sudah ada disini, karena tamunya Adalah Malaikat Izroil Alaihi Sholatu wassalam. Saudaraku semua umat muslim, Rasulullah Saw. Tahu bahwa diperintahkan kepada Izroil jika Rasulullah menolak untuk diambil Nyawanya maka Rasulullah boleh mengusir Izroil. Maka keluarlah kalimat dari Beliau bahwa beliau belum berkenan Dicabut Nyawanya, sebelum Beliau bertemu Malaikat Jibril Alaihi Sholatu Wassalam.

Ya Izroil aku belum Ridho kau ambil Nyawaku sebelum kau Hadirkan Jibril dihadapanku” ini menyalahi aturan ini, kematian Rasulullah Saw tidak Lazim, Harusnya tidak boleh Izroil menghadap orang yang akan Dicabut Nyawanya kecuali ditemani Malaikat Jibril. Dan ini sudah Hadist Rasulullah Saw. “ Tidak ada satupun diantara kalian apakah muslim atau kafir, kecuali kau meninggal Dunia dengan didatangi Malaikat Jibril dan Izroil “ kenapa perlu malaikat Jibril itu datang?Rasulullah kemudian Meriwayatkan. Malaikat Jibril pun tidak datang sendiri melainkan dengan tiga Kelompok Kematian” digambarkan Oleh Allah dalam Surat As-Sajdah ayat 11 :
Bukan hanya satu tapi ada tiga kelompok kematian, Izroil hanya tingga eksekusi ketika tinggal di tenggorokan. Bukan Izroil yang mengerjakan, selama ini kita beranggapan bahwa Izroil yang mengerjakan semua tapi tidak, melainkan tiga kelompok kematian. Kelompok yang pertama mengeksekusi dari jempol kaki hingga ke lutut. Dimatikannya saraf-saraf kita satu persatu, malaikat yang kedua melanjutkan mencabut nyawa dari lutut hingga ke pusar, selesai kemudian malaikat ketiga mencabut Nyawa dari pusar hingga tenggorokan. Barulah Malaikat Jibril dan Izroil mengeksekusi dari tenggorokan, Izroil mempersilahkan Jibril untuk maju terlebih dahulu,untuk apa? Rasulullah Saw. Berkata kalau yang didatangi ini adalah suami yang menyayangi istrinya, memberi rizki dengan jalan yang halah taat dia beribadah sholatnya tekun, senang dia meminta ampun kepada Allah, kalau yang didatangi kata Rasulullah adalah seorang anak yang taat kepada orang tuanya patuh kepada gurunya dia jaga Sholatnya dia keluarkan zakatnya dia cari jalan-jalan Rizki yang halah disisinya, kalau yang dia datangi adalah seorang istri yang menjaga aib suaminya, menjaga kehormatan suaminya, pokoknya Kata Rasulullah kalau yang didatangi ini adalah orang yang sholeh, maka Jibril akan mendatangi Si Fullan yang mau meninggal dunia ini dari sisi kanan, kemudian Jibril mengepakan sayapnya yang kanan dan tampaklah Surga yang bertingkat-tingkat disana. Saking senangnya orang itu kata Rasulullah Saw. Orang ini tidak dapat mengatakan sepatah katapun, tidak bisa ingat dengan siapapun dan kemudian memutihlah dan bersinarlah wajahnya karena saking bahagianya. Subhanallah.

Sebaliknya kalau yang didatangi adalah orang-orang yang durhaka, suka meninggalkan Sholat suka berbohong suka berjudi main perempuan mencuri dan belum Bertaubat kepada Allah Swt. Sebelum dia mati maka Jibril akanmendatanginya dari sebelah kiri dan Mengepakan sayapnya yang sebelah kiri. Dan diNeraka lah mereka akan tinggal. Astaghfirullah. Sama seperti si Sholeh dia juga tidak bisa berkata apapun tetapi itu karena ketakutannya. Beristighfarlah kalian sebelum Nyawa sampai di tenggorokan. Karena tidak akan ada lagi kata.

Bedanya saat mencabut Nyawa Rasulullah Jibril tidak datang, kemanakah dia? Karena tidak perlu lagi dia mengepakan Sayapnya sudah jelas tempat Rasulullah adalah di Surga yang terbaik. Subhanallah, tapi dimanakah Jibril bukankah seharusnya dia turun bersama Izroil. Memang dia turun bersama dengan Izroil dari Baitul Makmur tetapi di langit yang Pertama Dia bilang kepada Izroil “ Teruskan ya Izroil aku tidak tega melihat kau mencabut orang yang paling aku Cintai” Subhanallah. Tapi karena Rasulullah menginginkan kehadiran Jibril akhirnya Izroil kembali lagi menuju langit yang pertama mengundang Kembali Jibril untuk datang menjemput Rasulullah.

Begitu sampai Jibril bertanya kepada Rasulullah “ Ada apa Ya Rasulullah engkau memanggilku ?” ternyata begitu cintanya Rasulullah kepada kita Umatnya beliau ingin bertanya bagaimana Nasib kita semua Umat Muslim Subhanallah. “ Wahai Jibril aku belum Ridho kau cabut Nyawaku sebelum aku tahu bagaimana Nasib Umatku sepeninggal Diriku “ Subhanallah Cinta Rasulullah kepada kita begitu besar. Jibril menjawab “ Itu bukan Hakku ya Rasul Ijinkan Aku kembali dulu nanti akan kukabarkan jawaban dari Allah “.

Barulah kemudian keluarlah Hadist dari Rasulullah Bahwa kita Umatnya akan selamat kalau kita memegang Kitabullah dan memegang Sunnahnya Rasulullah. Barulah kemudian Rasulullah menjawab “ Saya Ikhlas dan Ridho dicabut Nyawanya “. Kemudia Rasulullah balik kanan dan Izroil pun bekerja langsung bukan diwakili oleh yang lain. Begitu Izroil bekerja mengambil Nyawa Rasulullah Jibril memalingkan Mukanya kekanan, dan ditanyalah Jibril oleh Izroil “ Kenapa wahai engkau Jibril, Mengapa kau Memalingkan Mukamu? “ Jibril menjawab “ Teruskanlah saja, Aku tidak tega melihat kau Mengambil Nyawa Orang yang paling aku Cintai “ Subhanallah dua kali Jibril mengatakan itu. Tidak sanggup dia, karena Rasulullah bilang “ Seukuranku saja dicabut Nyawa itu, tanpa Ridho dari Allah, akan lebih sakit daripada di sabet dengan seribu pedang yang paling tajam di Dunia “ tapi dengan Ridho Allah Rasulullah tidak merasakan apapun.

Ketika Izroil mencabut Nyawa Rasulullah dari ujung kaki, Rasulullah berkata “ Umatku Umatku Umatku “ Rasulullah tidak menyebut Ibunya Istrinya atau Keluarganya. Tapi Baginda Rasulullah menyebut kita Semua “ Umatku Umatku Umatku “ Subhanallah, begitu besar cinta Rasulullah. Sampai di lutut Rasulullah masih menyebut kata yang sama. Mungkin jika saya termasuk Umatnya maka seolah-olah Baginda Rasul menyebut Nama saya. Subhanallah. Seolah-olah Rasulullah juga ingin mengatakan kepada kita “Bagaimana Nasibmu nanti?”. Begitu sampai di pusar / begitu sampai di pinggang kalimat Beliau ganti “ Asholat Asholat Asholat “. Dari Pusar ke tenggorokan Beliau mengatakan “ Alaikum Bissholat Alaikum Bissholat Alaikum Bissholat “ Rasulullah mengatakan “ Wajib Atasmu Sholat Wajib Atasmu Sholat Wajib Atasmu Sholat “. Sampai di tenggorokan mestinya Rasulullah tidak bisa berkata lagi seperti yang Beliau katakan. “ takan ada lagi manusia yang bisa berbicara karena disinilah Malaikat Jibril dan Izroil bekerja “ tapi ada satu rahasia kenapa Rasulullah masih Bisa mewariskan Nasehat yang paling terakhir, karena ketika Izroil sampai ditenggorokan Izroil mempersilahkan Jibril, kata Jibril “ tidak usah, Rasulullah memang benar-benar Ma’sum.” Karena tidak diperlihatkan itu, tidak dikepakannya sayapnya, maka Rasulullah masih bisa berbicara. Dan inilah Nasehat Beliau yang terakhir “ Kewajiban Atasmu Sholat dan kewajiban Sholatnya orang-orang yang ada dipundakmu”. Dan Rasulullah menghembuskan nafas yang terakhir dengan kalam “ Ashadu Ala Ilahaillallahu Wa Ashaduanna Muhammadarrasulullah “.

Dijemput oleh tidak kurang tujupuluh ribu malaikat yang menyambut, dikisahkan saat itu Burung-burung berhenti terbang, angin berhenti bertiup, Menyambut kedatangan sosok Manusia Agung yang Dirahmati Allah menjadi Rahmat bagi seluruh Alam Semesta, Tapi Cintanya Rasulullah kepada kita tidak selesai sampai disitu.
Diriwayatkan dalam suatu kitab kecil ada suatu episode ketika menjelaskan Surat Al Kahfi :
Saudaraku Semua, Asalkan kita menjalankan Perintah Allah yaitu berpegang pada kitabnya dan Sunnah Rasulullah InsyaAllah, kita akan selamat di Dunia atau Di akhirat.

Pada saat kita dibangkitkan kembali, orang yang akan Allah bangkitkan pertama adalah Rasulullah Saw. Allah mengutus empat Malaikatnya yaitu Izroil, Isrofil, Mikail dan Malaikat Jibril, untuk mencari makam Rasulullah Saw. Dimana Makamnya. Tetapi empat Malaikat itu tidak dapat menemukan dimana Makam Rasulullah. Sampai kemudian Allah Swt. Memberikan Cahyanya dan tampaklah cahyanya, dan empat malaikat itu saling berkata, bangunkan bangunkan bangunkan, Izroil diperintah apa kata Izroil “ la “ tidak. Isrofil dan Mikail pun sama. Sampai akhirnya mereka memutuskan yang lebih berhak adalah Jibril. Lalu saat membangunkan Jibril berkata “ Bangun wahai kekasihku Bangun wahai kekasihku Bangun wahai kekasihku “ dan kalimat pertama yang dikatakan Rasulullah adalah “ Dimana Umatkuu! “ Subhanallah betapa Cinta Rasulullah tak terputuskan. Tapi cintakah kita kepadanya? Menjalankankah kita Sunnahnya hari ini? Kemarin ? lusa ? Astaghfirullah.
Lalu kemudian Rasulullah bertanya “ Hari apakah ini ? “ Jibril menjawab “ Ini hari sudah Dijanjikan Oleh Allah Swt. Dimana Malaikat Ridwan menghiasi Surga untuk dimasuki orang-orang yang Soleh, dimana hari ini Allah memerintahkan Malaikat penjaga Neraka, untuk memanaskan tungku-tungku neraka dan dibuka pintu itu “ Rasulullah berkata lagi seolah-olah tidak bergeming hari apa itu “ Dimana Umatku? “. Subhanallah. Rasulullah masih menanyakan dimana kita. Subhanallah! Apa yang kita lakukan.

Saudaraku semua umat Muslim, sekarang kita bisa tahu bahwa Rasulullah menyuruh kita semua Umatnya Untuk Sholat, itulah yang paling Utama, karena Sholat mencegah perbuatan Mungkar. Rasulullah benar-benar menyuruh kita untuk berpegang teguh Kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Apakah kita akan mengecewakan sosok yang Sangat mencintai kita? Cintailah Rasulullah sebagaimana beliau mencintai kita, laksanakan Sunnahnya, Sholatnya ngga cuman wajib, Syukur bisa Qobliyah sama Ba’diyah, Syukur lagi Bisa Dhuha sama Tahajud, Shodaqohnya diperbanyak, agar kita bisa bertemu dengan Allah Swt.

Sekian Nasehat Akhir dari Rasulullah betapa Beliau sangat Mulia, Subhanallah. Semoga Ilmu ini bermanfaat untuk membuat kita menjadi manusia yang Soleh. Amiin!
Saya Admin Dunia Islam.

Nabi shallallahu alaihi wa sallam wafat meninggalkan sembilan orang istri. Mereka adalah:
[1] Aisyah bintu Abi Bakar
[2] Hafshah bintu Umar
[3] Ummu Habibah bintu Abi Sufyan
[4] Ummu Salamah bintu Abi Umayyah
[5] Saudah bintu Zam’ah
[6] Zainab bintu Jahsyin
[7] Maimunah bintu Al Harits
[8] Juwairiyah bintu Al Harits
[9] dan Shafiyyah bintu Huyai.
Istri-istri Nabi shallallahu alaihi wa sallam yang wafat sebelum beliau adalah Khadijah radhiyallahu ‘anha—sebelum hijrah—dan Zainab bintu Khuzaimah—sebelum wafatnya Nabi shallallahu alaihi wa sallam—yang dikenal sebagai Ummul Masakin.
Rujukan: Al Hafiz Ibnu Ahmad Al Hakami. Amali fi As Sirah An Nabawiyyah. TTp: TPn. TTh, halaman 75-76.

Semoga bermanfaat,

Waalaikum Salam Wr. Wb.
Share this article :

1 komentar:

 
Support : Creating Website | Template | Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Dakwah DKM MASJID AT' TAQWA - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Zack Template