Headlines News :
Home » » Bersyukur, Bercermin ke Orang Lain

Bersyukur, Bercermin ke Orang Lain

Written By Unknown on Kamis, 24 April 2014 | 00.56



Bismilahirrahmanirrahim

Assalamualaikum Wr.Wb.

Alhamdulillahirrabilalamin, atas berbagai nikmat Islam, iman, taqwa dan berbagai ibadah terus mengiri kita semua semga semua yang telah dilaksanakan senantiasa menmdapat ridho Allah SWT dan istiqomah semoga tetap dijaga-NYa, amin.

Selawat serta salam semoga terlimpah curahkan kepada pembimbing umat untuk selamat Nabi Muhammad SAW, kepada keluarga, para sahabat, dan umat termasuk kia semua semoga terus meneladani dan menjadi imam dalam ketaqwaan semoga menghantar kita semua selamat dunia akhirat, amin.

Saduaraku se Iman dimana pun berada, pada kesempatan ini perlu mengulas berbagai pengalaman dan sejarah hidup seseorang untuk dijadikan cerminan tentang makna dalam sebuah perjalanan hidup, antara senang dan sudah saling bergandengan satu sama lainnya.

Berikut ini adalah, sebuah kisah nyata seorang anak manusia lahir di ujung timur Provinsi Jawa Timur, seoang anak semula tak berarti apa-apa,  namun berkat kedekatan dengan Allah SWT bibirnya selalu dibasahi oleh dzikir dan berbagai ayat-ayat Allah SWT, mulai terangkat sedikit-demi sedikit kesengsaraan hidup terberlayut pada setiap nafas kehidupan, mulai sedkit sirna seiring dengan tangan-tangan Allah untuk mengangkat dari kesengsaraan hidupnya.

Dalam pengalamannya, SEPANJANG hidup selalu bersyukur atas berbagai nikmat yang diberikan Allah SWT untuk terus menjalani susah dan senang silih berganti, namun satu adalah rasa syukur harus ditujunjukkan dalam berbagai kesempatan. Walau dalam perjalan mengarungi kehidupan ujian demi ujian terus mendera bergelayut dalam setiap langkah dari remaja menuju dewasa dengan kondisi dipaksakan.


                                                                     


Hal ini dialami seorang anak manusia bernama Jaka Muslihat demikian orang dinamakan saat menapaki kehidupan tidak selama berjalan lurus, mulus dan berkelok-kelok dalam menjalani kehidupan seiring dengan  perjalanan waktu, hari, bulan dan tahun terus berjalan dan kemudian tumbuh menjadi seorang anak manusia dewasa.Kendati dengan tertatih-tatih silih berganti kemujuran dan kesengsaraan membalut menjadi satu beriringan silih berganti.

Saat beruntung tak sampai hitungan lima tahunan mereka menikmati kehidupan beruntung berupa materi menebar keluarganya, kemudian adalah sebuah keniscayaan berupa materi mulai menjauh keluarga itu yang menjadi pandangan sehari-hari adalah sebuah kekurangan terus dan terus untuk menyukupi kehidupan keluarga sejak problema muncul berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain.

Perpindahan (hijrah)  terus berjalanjut dari mulai dari Trengalek, Pare,  Wonosalam Kediri  dan ke Jabung Trowulan,  Mojokerto, Provinsi Jawa Timur  bermula dari cocok tanam pertanian dan kadang-kadang menjadi buruh penen singkong dan memetik padi di sekitar persawahan daerah itu.Berkat kepandaian dalam mengelola administrasi orang tua laki bernama Samijan salah seorang pamong desa memanggil untuk membantu segala bentuk kegiatan dan administrasi desa Jabung itu.

Mulai kehidupan menampakkan diri sedikit membaik dari buruh menjadi seorang aparat Desa Jabung, dengan kepiawaian menyakinkan pejabat tingkat kecamatan hingga Kabupaten Mojokerto proyek pengadaan sekolah dasar (SD Inpres) berdiri tahun 1973 yang selama ini di desa tersebut belum memiliki sekolah dasar adapun sekolah ada ibtidaiyah itu masih harus menggabung ke kecamatan Dinoyo.

Di sanalah sebagian besar anak-anak Jabung yang kurang mampu bersekolah Ibitdaiyah satu-satunya di kampung, namun jika orang tua mampu menyekolahkan anak ke sekolah dasar di Dinoyo  sebagai  sekolah lebih maju jika dibandingkan dengan satu-satu sekolah madrsyah ibtidaiyah masih gabung secara otoritas masih menggabung ke madrasyah di Dinoyo.



                                                                     
                               

Termasuk Joko Muslihat mengenyam pendidikan di madrasyah ibtidaiyah hingga sampai ujian tahun 1977. Namun kembali Allah menguji saat yang bersangkutan melangsungkan ujian akhir sekolah dasar madrasyah itu. Salah seorang ibunda tercinta bernama Tarwiyati meninggal dunia karena sudah lama sakit darah tinggi yang diindapnya. Bak disambar petir di siang bolong Joko Muslihat mendengar kabar ibu tercinta meninggal dunia, linglung, gematar, pucat pasi dan seluruh badan lemas atas mendengar ibu tercinta telah dipanggil Allah SWT itu.

Joko merasa sangat aneh saat mengenang sebelum mendengar ibu tercinta meninggal dunia tentang firasat atas meninggal orang yang dicintainya itu, perasaan berat dari mulai berangkat ke sekolah tempat ujian di Dinoyo cukup jauh dengan jalan kaki bersama dengan teman-teman pada pagi hari  yang juga sama ikut ujian akhir sekolah di madrasyah tersebut.

Saat pulang setelah ujian pertama selesai tengah dalam perjalanan pulang dengan jalan kaki bersama teman-teman di suatu tempat ibadah untuk sholat bersama, tak selang lama di tempat ibadah Joko diberitahukan bahwa ibunda tercinta telah meninggal dunia.Antara percaya dan tidak langsung tatapan kosong dengan suara lembut dari balik bibir. "Innalilahiwainalilahi rojiun".

Kemudian dirinya dan teman didampingi guru segera beranjak untuk pulang segera menemui ibu yang tengah berbaring dengan dikerumini sejumlah pelayat untuk ikut berduka cita atas meninggal sang ibu tercinta Tarwiyati. Saat mendapati ibunda sudah terbujur kaki di halaman tengah rumah sederhana Joko sesunggukan sambil melihat-lihat jenazah ibunda itu.

Sambil menunggu kerabat dan handaulan taulan dari keluarga almaarhum Tarwiyati jenazah dimakamkan pada esok hari (Rabu-red) tahun 1977 jenazah disampingi sejumlah anak-anak antara lain, Mintoyo, Setiartik, Joko, Supriatin dan Srilestari masih bayi (beberapa bulan lahir). Mereka terlihat mendoakan ibunda tengah terbujur kaku  dihadapannya itu.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Semoga bermanfaat
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Template | Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Dakwah DKM MASJID AT' TAQWA - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Zack Template